Reaksi Gubernur Jatim Khofifah Terkait Proses Evakuasi Ponpes Al Khoziny yang Dikritik Lamban

Proses evakuasi korban insiden di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo menjadi sorotan publik setelah sejumlah keluarga korban menyampaikan keluhan terkait lambannya proses evakuasi. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjawab kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa semua tahapan evakuasi telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) serta penuh profesionalisme.

Evakuasi Korban yang Memerlukan Kehati-hatian Tinggi

Khofifah menegaskan bahwa proses evakuasi bukanlah tindakan yang bisa dilakukan dengan cepat karena ini bukan sekadar pengambilan material atau bongkahan. Namun, evakuasi ini melibatkan pembukaan akses reruntuhan yang dipandu oleh tim profesional agar dapat mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang masih terjebak di bawah puing.

Menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, tim evakuasi, yang terdiri atas Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akademisi, dan relawan, mengerahkan empat alat berat sesuai permintaan tim gabungan, namun pemakaian alat berat tersebut tetap harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Pemakaian alat berat ditujukan untuk memperlancar proses pencarian korban, sambil terus memperhatikan keamanan agar tidak memperparah kondisi reruntuhan atau membahayakan potensi korban yang masih berada di bawah.

Fasilitas Pendukung Evakuasi yang Telah Disiapkan

Sejak kejadian insiden yang berlangsung pada Senin, 29 September 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan berbagai dukungan di lokasi kejadian. Selain alat berat, petugas juga menyediakan lampu penerangan dengan kapasitas tinggi untuk mendukung proses evakuasi yang dilakukan secara bergiliran selama 24 jam nonstop.

Selain itu, Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya terus berupaya keras mengidentifikasi jenazah para korban. Sejauh ini, sudah ada 10 korban meninggal yang berhasil teridentifikasi, termasuk dua korban terbaru yang berasal dari Kabupaten Bangkalan dan Kota Surabaya.

Data Korban dan Perkembangan Evakuasi

Berdasarkan keterangan dari Kabid Dokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol dr M Khusnan Marzuki, Posko DVI telah menerima 45 kantong jenazah korban. Dari total tersebut, 41 di antaranya berisi jenazah utuh, sementara empat kantong lainnya berisi potongan tubuh yang ditemukan Tim SAR gabungan selama operasi pencarian berlangsung.

Evakuasi korban Ponpes Al Khoziny ini masih berjalan penuh tantangan dan butuh kesabaran serta kehati-hatian tinggi mengingat kompleksitas medan dan kondisi reruntuhan yang tidak bisa diperlakukan sembarangan.

Perbandingan dan Tautan Relevan

Kejadian ini mengingatkan kita pada pentingnya manajemen bencana yang baik dan terstruktur. Untuk memahami lebih lanjut tentang manajemen bencana dan standar evakuasi yang diterapkan oleh berbagai lembaga penanggulangan bencana, pembaca dapat merujuk ke referensi resmi.

Selain itu, bagi pembaca yang ingin menelaah isu kebijakan pemerintah terkait penanggulangan bencana dan evakuasi, dapat meninjau artikel terkait kami pada respon cepat pemerintah setelah insiden Ponpes Al Khoziny.

Proses evakuasi di Ponpes Al Khoziny mengajarkan kita bahwa kecepatan harus diseimbangkan dengan kehati-hatian untuk meminimalisir risiko tambahan terhadap korban yang sudah jatuh.