\n[Jakarta (RADARIBUKOTA)] – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal dengan Titiek Soeharto, menyampaikan kritikan tajam terhadap para pengusaha pembalak liar yang masih menjalankan praktik ilegal merusak hutan Indonesia. Pernyataan ini muncul dalam konferensi pers usai rapat dengan Menteri Kehutanan pada tanggal 4 Desember 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.\n\n\n\n

Pembalakan Liar: Ancaman Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

\n\n\n\nTitiek mengungkapkan kekesalannya terhadap tindakan pengusaha yang membabat hutan demi keuntungan sesaat tanpa memikirkan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan alam. Ia menegaskan perlunya dihentikan praktik ini demi kelestarian lingkungan dan kebaikan rakyat Indonesia secara umum. Sebagai alternatif, ia menyarankan para pelaku untuk beralih ke usaha yang lebih ramah lingkungan seperti menanam jagung atau padi.\n\n\n\n

Penolakan Moratorium dan Upaya Tegas DPR

\n\n\n\nDalam diskusi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Titiek menyinggung kemungkinan kebijakan moratorium penebangan pohon, namun ia menegaskan bahwa Komisi IV DPR tidak akan merekomendasikan moratorium yang hanya bersifat penundaan sementara, melainkan meminta penghentian total aktivitas ilegal maupun legal yang merusak hutan. Moratorium sendiri adalah kebijakan yang menunda sementara suatu aktivitas. Informasi lebih lanjut tentang moratorium dapat dilihat di halaman Wikipedia: Moratorium.\n\n\n\n

Banjir Bandang dan Hubungan dengan Deforestasi

\n\n\n\nKejadian banjir bandang yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh menjadi latar belakang peringatan keras dari Titiek. Ia menyebut kerusakan hutan akibat pembalakan liar memperburuk risiko bencana alam yang berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Kritik ini menjadi pengingat bahwa keberlangsungan hutan berperan penting dalam mitigasi bencana.\n\n\n\nMenurutnya, pohon-pohon yang butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk tumbuh dibabat habis dengan cara yang tidak bertanggung jawab, sementara keuntungan hanya dirasakan oleh segelintir pihak, bukan masyarakat umum. Sikap tegas diperlukan dalam penegakan hukum terhadap pelaku yang merusak.\n\n\n\n

Dukungan untuk Menteri Kehutanan dalam Penegakan Hukum

\n\n\n\nTitiek Soeharto memberikan dukungan penuh kepada Kementerian Kehutanan untuk bertindak tanpa rasa takut mengadili pelaku pembalakan liar, termasuk yang diduga memiliki dukungan kuat secara politik atau militer. Pernyataan ini menegaskan bahwa perlindungan hutan merupakan prioritas nasional dan tidak boleh terhalang oleh tekanan apa pun.\n\n\n\nSikap ini juga berkaitan dengan tantangan pelaksanaan hukum di Indonesia, di mana tekanan dari berbagai pihak kerap menghambat proses. Dukungan DPR akan menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan dan upaya penyelamatan lingkungan tetap berjalan.\n\n\n\n

Hubungan dengan Topik Lain di RadarIbukota.id

\n\n\n\nBerita terkait dengan isu lingkungan dan kebijakan pemerintah dapat dikaitkan dengan beberapa artikel di RadarIbukota.id, seperti pembahasan penanganan tambang ilegal oleh Presiden Prabowo yang juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menghentikan kerusakan sumber daya alam ilegal.\n\n\n\nSelain itu, isu kelestarian lingkungan yang menyangkut hutan dan deforestasi telah lama menjadi tema penting dalam berbagai pembahasan di kategori Lingkungan. Pembaca dapat mendalami topik tersebut untuk memahami dampak luas pembalakan liar dan pentingnya perlindungan hutan.\n\n\n\n

Pentingnya Kesadaran dan Peran Bersama

\n\n\n\nKetua Komisi IV DPR RI mengingatkan bahwa keberlanjutan sumber daya alam Indonesia memerlukan kesadaran kolektif dan tindakan nyata dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Menggantikan sumber penghasilan dari pembalakan liar ke pertanian berkelanjutan seperti menanam jagung dapat menjadi tantangan sekaligus solusi yang menguntungkan secara ekonomi dan ekologis.\n\n\n\nMengambil pelajaran dari tragedi banjir bandang, perlindungan hutan jangan hanya dilihat sebagai kewajiban lingkungan semata, tetapi juga sebagai bagian dari perlindungan keselamatan jiwa manusia. Pembaca yang ingin tahu lebih banyak tentang pentingnya hutan dapat mengunjungi halaman Wikipedia: Hutan.\n\n\n\nLangkah selanjutnya adalah memperkuat pengawasan dan penegakan hukum tegas, yang telah menjadi sorotan DPR, mengingat perusakan hutan berdampak langsung terhadap kualitas hidup dan risiko bencana. Pengawasan ini diharapkan dapat bekerja sama dengan lembaga terkait dan dukungan publik luas.\n\n\n\nSumber: RADARIBUKOTA, YouTube Channel resmi TribunJakarta Official