Karanganyar (RADARIBUKOTA) – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, bersama dengan dr. Tifa, mendapat kecaman keras dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah keduanya diketahui mendatangi makam keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kawasan Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Tindakan tersebut memicu kegemparan dan kritik luas karena dianggap melanggar etika dan norma kesopanan terhadap makam orangtua Presiden.

Polemik Kunjungan ke Makam Keluarga Jokowi

Makam keluarga Mundu, yang merupakan tempat peristirahatan terakhir orangtua Presiden Jokowi, menjadi sorotan publik setelah Roy Suryo dan dr. Tifa melakukan kunjungan ke sana. Ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo, terbaring berdampingan di sebelah kiri pusara suaminya, Widjiatno Notomihardjo. Kunjungan ini bukan tanpa sebab, namun menimbulkan pertanyaan tentang niat dan tujuan keduanya.

Kritik Tajam dari PSI

Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, dengan tegas menilai tindakan Roy Suryo dan dr. Tifa tidak bermoral dan lebih didorong oleh keinginan mencari sensasi publik daripada tujuan yang jelas. “Mereka kehabisan akal untuk menjelek-jelekkan dan memfitnah Pak Jokowi, akhirnya pergi ke makam yang entah apa relevansinya,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi PSI pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Andy menambahkan bahwa niat buruk dan kecenderungan gila publisitas telah mengaburkan penilaian mereka, sampai hilangnya rasa hormat terhadap orang tua yang telah meninggal dunia. Tindakan ini dianggap memalukan dan tidak pantas dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Kecaman Meluas di Internal PSI

Tidak hanya Andy Budiman, Ketua Direktorat Diseminasi Informasi dan Sosial Media DPP PSI, Dian Sandi Utama, juga mengecam keras tindakan tersebut. Dian menilai bahwa memberikan analisis sepihak dan mendatangi makam tanpa izin sama sekali tidak etis dan menyentuh nilai-nilai kesopanan yang harus dijunjung tinggi, khususnya atas makam keluarga Presiden Jokowi.

Lebih jauh, Dian Sandi menyebutkan bahwa kunjungan tanpa izin tersebut berpotensi menyinggung perasaan keluarga dan masyarakat luas, sehingga menimbulkan kontroversi yang tidak perlu.

Kontroversi di Tengah Polemik Ijazah Presiden Jokowi

Tindakan Roy Suryo dan dr. Tifa diduga terkait dengan upaya mereka menggali isu soal ijazah Presiden Jokowi yang sempat menjadi bahan perdebatan publik. Namun, menurut PSI, pendekatan dengan mendatangi makam keluarga Presiden justru jauh dari nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Roy Suryo selama ini dikenal aktif mengusung isu tersebut di berbagai media, dan langkah mengunjungi makam keluarga Jokowi menimbulkan reaksi yang berkembang tidak hanya di kalangan politik tetapi juga di tengah masyarakat umum.

Perlunya Etika dan Hormat dalam Bermedia

Dalam konteks komunikasi politik dan media, penting diingat bahwa menghormati privasi dan norma masyarakat merupakan hal utama. Mengunjungi makam untuk tujuan politik atau publisitas berisiko mencederai perasaan dan nilai luhur budaya kita.

Sebagai perbandingan, isu politis yang melibatkan figur publik dan keluarganya perlu dijalankan sesuai tata krama dan dengan dasar fakta yang jelas. Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh tentang etika dalam komunikasi politik, silakan baca Etika komunikasi di Wikipedia.

Polemik ini juga mengingatkan pada dinamika politik di Indonesia yang kerap memanas saat isu sensitif muncul, sebagaimana pernah diulas di blog kami tentang Kasus Ijazah Palsu Presiden Jokowi yang pernah menjadi bahan pemberitaan.

Menjaga kewarasan dan rasa hormat dalam proses politik adalah kunci agar perdebatan tidak melebar ke ranah yang merugikan kelompok mana pun.

Kesimpulan

Kunjungan Roy Suryo dan dr. Tifa ke makam keluarga Presiden Jokowi telah memicu kecaman keras dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terutama karena dinilai melanggar etika dan mengabaikan norma sosial. Kritik tersebut mengingatkan pentingnya menjaga kesopanan dan rasa hormat, apalagi dalam mengangkat isu sensitif yang berkaitan dengan keluarga seseorang, khususnya figur publik.

Isu yang berkembang menegaskan perlunya pendekatan yang lebih bijak dan bertanggung jawab dalam bermedia dan berpolitik, demi menjaga keharmonisan sosial dan martabat bersama.

Untuk informasi tambahan terkait perkembangan isu ini dan lainnya, pembaca juga dapat mengikuti berita terkini di Radar Ibukota, yang secara konsisten menyajikan laporan mendalam dan terpercaya.

Sumber: RADARIBUKOTA, YouTube Channel resmi TribunJakarta Official