{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Kisah seorang anak bernama Alfatih yang selamat setelah tertimbun reruntuhan Musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo selama sekitar tiga hari menjadi cerita yang menginspirasi dan mengejutkan banyak pihak.”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Peristiwa yang dialami Alfatih ini bermula saat musala tersebut runtuh, menjebaknya dalam kegelapan dan puing-puing selama puluhan jam. Namun, yang luar biasa, selama waktu itu, Alfatih dilaporkan dalam kondisi tertidur pulas, seolah tengah bermimpi, yang kemudian menyisakan rasa heran dan takjub di kalangan yang mendengar ceritanya.”}
{“blockName”:”core/heading”,”attrs”:{“level”:2},”innerHTML”:”Mimpi yang Menguatkan Selama Tiga Hari”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Pengalaman mimpi Alfatih selama terperangkap di dalam reruntuhan memberikan gambaran unik mengenai kondisi mental dan fisik korban dalam situasi yang sangat ekstrem. Ia bagaikan melewati sebuah dunia mimpi yang penuh harapan dan kekuatan untuk bertahan hidup.”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Fenomena mimpi atau tidur panjang dalam keadaan kritis ini menarik perhatian dan memunculkan pertanyaan akan mekanisme psikologis serta fisiologis yang terjadi pada manusia dalam keadaan darurat. Dalam dunia medis, kondisi serupa dapat terjadi akibat penurunan metabolisme tubuh yang memungkinkan fungsi tubuh tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas.”}
{“blockName”:”core/heading”,”attrs”:{“level”:2},”innerHTML”:”Respons Khofifah terhadap Kisah Alfatih”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Cerita tentang keberhasilan Alfatih bertahan hidup sampai akhirnya dievakuasi oleh tim SAR mendapat perhatian khusus dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia menyatakan kekagumannya terhadap daya tahan dan mimpi Alfatih yang menambah warna pada kisah tragedi tersebut.”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Peran serta Gubernur Khofifah dalam memastikan proses evakuasi dan perhatian kepada korban menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan bencana. Dukungan dari pejabat daerah ini menggambarkan pentingnya peran pemerintah dalam menghadapi dan merespon bencana alam yang menyentuh kehidupan masyarakat.”}
{“blockName”:”core/heading”,”attrs”:{“level”:3},”innerHTML”:”Sentuhan Kepedulian dan Dukungan”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Selain itu, pakar psikologi dan tenaga medis juga sering menganalisis fenomena tidur panjang dan mimpi saat mengalami stres berat atau trauma, yang berperan dalam menjaga ketahanan mental korban.”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Dalam hal ini, cerita Alfatih membuka jendela pemahaman baru tentang bagaimana manusia bisa bertahan dalam situasi ekstrem, yang membuktikan kekuatan jiwa dan harapan tidak boleh dianggap remeh.”}
{“blockName”:”core/heading”,”attrs”:{“level”:2},”innerHTML”:”Evakuasi dan Perjalanan setelah Selamat”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Setelah berhasil dievakuasi dari reruntuhan, perjalanan Alfatih tidak berakhir. Ia sempat dibawa keliling menggunakan pickup, sebuah kendaraan yang biasa digunakan untuk mengangkut barang, yang menggambarkan keadaan darurat dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi reruntuhan.”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Perjalanan keliling naik pickup ini menandai momen penting dalam proses penyembuhan psikologis korban setelah trauma yang dialami. Kendaraan sederhana itu pun menjadi simbol perjuangan dan harapan baru serta perlindungan dalam fase pemulihan.”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Kisah ini mencerminkan aspek kemanusiaan yang dalam, di mana setiap korban bencana tidak hanya butuh penyelamatan fisik tetapi juga dukungan emocional dan sosial agar dapat bangkit kembali.”}
{“blockName”:”core/heading”,”attrs”:{“level”:2},”innerHTML”:”Memahami Ketabahan dalam Kisah Bencana”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Cerita Alfatih adalah contoh nyata ketabahan manusia dalam menghadapi musibah besar. Ketabahan ini menjadi bagian dari sikap resilience yang sangat penting di dalam psikologi bencana.”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Resilience, dalam konteks psikologi, adalah kemampuan untuk bangkit kembali dan beradaptasi setelah mengalami trauma atau tekanan berat. Mengenal konsep ini akan semakin memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana manusia mampu bertahan dan membangun kembali hidupnya.”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Bagi yang ingin mengetahui lebih dalam tentang psikologi bencana dan ketahanan mental, dapat mengunjungi laman Wikipedia ini tentang \”Resilience (psychological)\”: https://en.wikipedia.org/wiki/Resilience_(psychological)”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Tak hanya itu, laman lain dari Radar Ibukota yang relevan untuk menguatkan pemahaman tentang ketabahan menghadapi bencana adalah artikel kami yang membahas tentang \”Kisah Haru Santri Bertahan Hidup Selama 3 Hari di Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny\” yang bisa dilihat di tautan berikut: https://radaribukota.id/berita-terkini/kisah-haru-santri-bertahan-hidup-selama-3-hari-di-reruntuhan-ponpes-al-khoziny-semangat-hidup/”}
{“blockName”:”core/paragraph”,”attrs”:{},”innerHTML”:”Cerita ini penting untuk terus diingat sebagai pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan dukungan saat bencana, agar setiap korban dapat merasakan harapan dan kesempatan untuk lanjut hidup.”}

