Jakarta (RADARIBUKOTA) – Dalam sidang praperadilan yang berlangsung pada Kamis, 9 Oktober 2025, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sania Makki, ibu mertua dari Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menyatakan keyakinannya secara penuh bahwa Nadiem sama sekali tidak terlibat dalam dugaan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook yang sedang menjadi sorotan publik.

Keyakinan Penuh Sang Mertua dalam Kasus Korupsi Chromebook

Sania Makki dengan tegas menyebutkan, “Yakin 3.000 juta persen. Amat sangat yakin Nadiem tidak terlibat,” saat ditanyai oleh para wartawan. Pernyataan ini bukan hanya sekedar klaim tanpa dasar, melainkan berdasar pada pengalaman dan pengetahuannya langsung terhadap sosok menantunya.

Integritas Nadiem Makarim yang Tak Terbantahkan

Menurut Sania, Nadiem Makarim dikenal memiliki integritas dan kejujuran yang tinggi sebagai pribadi. “Beliau dididik oleh besan saya dengan nilai-nilai keadilan dan kejujuran yang sangat tinggi,” jelas Sania, yang menegaskan bahwa nilai-nilai luhur tersebut telah melekat pada diri Nadiem sejak dididik oleh kedua orang tuanya.

Dalam konteks integritas ini, layak bagi publik untuk mengingat pentingnya transparansi dan kejelasan dalam proses hukum yang berjalan. Di mana prinsip asas praduga tidak bersalah harus selalu dijunjung tinggi hingga adanya keputusan pengadilan yang sah.

Latar Belakang Kasus Chromebook dan Status Tersangka Nadiem

Kejaksaan Agung telah menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang merupakan bagian dari Program Digitalisasi Pendidikan di Kemendikbudristek periode 2019-2022. Dugaan ini menyebutkan adanya kerugian negara sekitar Rp 1,9 triliun.

Meski demikian, dukungan dari keluarga khususnya ibu mertua Nadiem memberikan gambaran bahwa Nadiem bukan sosok yang mudah terjerat masalah semacam ini tanpa adanya bukti yang kuat. Penjelasan lengkap tentang kasus ini dapat ditemukan di situs resmi Tribunnews.

Relevansi Kasus dan Dampaknya terhadap Dunia Pendidikan

Kasus ini memiliki dampak signifikan terhadap kepercayaan publik terhadap program digitalisasi pendidikan nasional yang diinisiasi pemerintah. Chromebook sendiri merupakan perangkat teknologi penting yang dipakai secara luas untuk mendukung proses pembelajaran digital.

Pendekatan yang tepat dalam penanganan kasus ini diperlukan agar tidak mengganggu kemajuan teknologi pendidikan di Indonesia. Sebagaimana tertuang dalam program digitalisasi yang dapat dilihat di laman resmi kementerian terkait yang mengelola teknologi pendidikan.

Anchor dan Tautan Internal terkait

Kasus ini merupakan salah satu sorotan para ahli hukum dan pemerintahan, bagaimana status seorang pejabat publik harus ditangani dengan penuh kehati-hatian dan bukti yang valid. Sebagaimana yang selalu didorong oleh institusi terkait agar tercipta pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Sumber: RADARIBUKOTA, YouTube Channel resmi TribunJakarta Official