Jakarta (RADARIBUKOTA) – Urban farming kini semakin digalakkan di berbagai wilayah sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat. Salah satu contoh yang aktual dapat kita lihat di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, tepatnya di Saung Aset Batu Ampar, di mana konsep urban farming tidak hanya sebagai lahan bercocok tanam tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi warga setempat.
Saung Aset Batu Ampar sebagai Wahana Edukasi Urban Farming
Menurut Kasi Ekbang Kelurahan Batu Ampar, Isra Nur Hikmah, Saung Aset yang dikelola kelompok tani (Poktan) telah menjadi tempat yang sangat bermanfaat. Warga di Saung Aset diajak untuk belajar langsung metode bercocok tanam berbagai jenis tanaman seperti timun, jagung, cabai, terong, kangkung, bahkan padi gogo, yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing tanaman.
Teknologi Modern dalam Urban Farming untuk Pengendalian Optimal
Salah satu keunikan dari Saung Aset Batu Ampar adalah penggunaan greenhouse dengan teknologi canggih. Greenhouse ini memungkinkan kontrol suhu dan penyiraman tanaman dilakukan dari jarak jauh lewat aplikasi smartphone. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan tanaman, tapi juga memberikan pengalaman belajar teknologi pertanian modern bagi pengunjung.
Manfaat Urban Farming Bagi Ketahanan Pangan dan Lingkungan
Urban farming sendiri merupakan bagian dari gerakan pertanian kota yang menggabungkan kegiatan berkebun di lingkungan urban untuk memperbaiki ketahanan pangan lokal dan mengurangi jejak karbon. Dengan belajar urban farming di Saung Aset, warga tidak hanya menguasai teknik bertani yang ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada keamanan pangan komunitas.
Ini sejalan dengan konsep pertanian perkotaan yang banyak dibahas dalam literatur seperti di Pertanian Perkotaan Wikipedia yang menggarisbawahi pentingnya aktivitas pertanian di kota untuk meningkatkan kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan.
Pengalaman Edukasi yang Membumi dan Kontekstual
Selain menjadi lahan bercocok tanam, Saung Aset Batu Ampar menyediakan ruang bagi warga untuk mencoba dan memahami secara langsung praktik pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim setempat. Hal ini membangun kesadaran dan keahlian praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Keberadaan Saung Aset juga penting sebagai model edukasi yang mudah diaplikasikan dalam lingkungan perkotaan, di mana lahan terbatas. Ini menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan ruang perkotaan secara optimal bisa memberikan manfaat besar, tidak hanya dalam bidang pertanian tetapi juga dalam penguatan komunitas.
Relevansi dengan Berita Terkini
Topik urban farming dan ketahanan pangan juga pernah dikupas di artikel kami sebelumnya tentang peran komunitas dalam mendukung ketahanan pangan di kota, yang menunjukkan how urban farming dapat menjadi solusi strategis menghadapi tantangan ketersediaan pangan di perkotaan.
Program semacam Saung Aset Batu Ampar ini tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga sebagai langkah adaptasi terhadap perubahan iklim dan urbanisasi yang terus meningkat.
Kesimpulan
Inisiatif urban farming di Saung Aset Batu Ampar merupakan langkah progresif yang tak hanya menjawab kebutuhan pangan tetapi juga meningkatkan kualitas edukasi pertanian masyarakat perkotaan. Dengan dukungan teknologi modern dan pendekatan pembelajaran praktis, Saung Aset menjadi contoh konkret keberhasilan urban farming sebagai sarana edukasi dan ketahanan pangan.
Lebih jauh, pendekatan ini mendukung pembangunan berkelanjutan dan dapat menjadi model untuk wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Sumber: RADARIBUKOTA, YouTube Channel resmi TribunJakarta Official

